Olehkarena itu, jarak fokus (f) cermin cembung berharga negatif. Baca: Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung, Contoh Soal dan Pembahasan. Cermin cembung disebut juga cermin divergen karena menyebarkan sinar-sinar yang jatuh padanya. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat cermin cekung yang mengumpulkan sinar atau konvergen.
Menampilkankontrol tersembunyi di aplikasi Kamera Jika Anda menggunakan iPhone dengan layar besar seperti iPhone 13 Pro atau iPhone 13 Pro Max, Anda mungkin frustrasi karena Anda tidak dapat dengan mudah membuka kontrol berjajar di samping bagian atas antarmuka. Itu terutama benar jika Anda memegang iPhone dengan satu tangan.
Padaumumnya, melukis biasanya menggunakan kuas untuk menggoreskan cat. Namun, finger painting berbeda karena kegiatan melukis ini menggunakan jari untuk menggoreskan cat warna-warni. Finger painting jika dikenalkan pada anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dapat membawa banyak sekali manfaat.Salah satunya adalah mengasah kreativitas sekaligus imajinasinya.
SerunyaMelukis Tanpa Kuas. Jika kita biasanya melukis menggunakan kuas, maka untuk melatih kreativitas Si Buah Hati, Bunda juga bisa mempersiapkan alat lain yang tidak kalah seru sebagai sarana permainan edukasi anak, lho. Misalnya seperti irisan buah belimbing, cetakan kue, cotton bud yang diikat jadi satu, kelopak bunga, bahkan melukis
Danpelbagai lagi bentuk yang menarik yang boleh dilukis menggunakan jari. 01/08/2012 · melukis dengan jari (finger painting) melukis merupakan salah satu hobby dan bisa dijadikan pekerjaan profesional yang menghasilkan uang. Si kecil yang masih duduk di bangku sd kelas 1, melalui kegiatan ini bisa terlatih untuk menulis dengan jari diatas.
1 Trigger finger terjadi akibat perubahan struktur otot tendon. Menerangkan isu kesehatan ini, dr. Rizky mendefinisikan trigger finger sebagai " ketidakmampuan jari untuk meluruskan atau menekuk akibat tendon yang terperangkap.". Hal ini terjadi akibat perubahan struktur otot tendon yang ada pada tangan dan jari, sehingga menjadi terjepit.
Andajuga dapat mencubit untuk melihat objek lebih dekat, tetapi itu hanya zoom kecil.Eksperimen YouTube memungkinkan Anda memperbesar videoSelagi bisa memiliki sedikit zoom-in dengan metode saat ini, YouTube ingin mengambil langkah lebih jauh. yang merupakan hal yang terhormat. Saat memperbesar, Anda hanya perlu menggeser dengan satu jari
Andabisa mencoba melakukan aktivitas warna serta bentuk dengan menggunakan jari. Tentu saja, agar bisa memastikan keamanan cat yang dipergunakan, Anda dapat membuat pewarna sendiri. Teknik melukis dengan menggunakan jari bukan hanya menyenangkan, namun juga sangat cocok dimainkan untuk anak dengan usia 6 bulan ke atas.
MenurutWtarsono ( 2009), Finger Painting adalah melukis dengan jari, melatih pengembangan imajinasi, memperhalus kemampuan motorik halus, dan mengasah bakat seni, khususnya seni rupa.Untuk melatih koordinasi tangan dan matanya, selain kesempatan berlatih menggambar, anda juga dapat melatih si kecil melalui kegiatan-kegiatan sederhana seperti Finger Painting atau menulis dengan jari diatas karton.
DokumenpribadiIni hasil karya saya. Bagus tidak? Tidak kalah kan dari para maestro? Untuk level pemula, cukup baguslah, menurut saya hahaha. Ole
PIf5bO. ArticlePDF Available AbstractPeneltian ini fokus pada Penggunaan Metode Melukis dengan Jari Finger Painting untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode melukis dengan jari Finger Painting dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak usia 5 – 6 tahun di Taman kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari dengan jumlah sampel sebanyak 1 orang anak. Model penelitian ini menggunkan model rancangan Kemmis dan Taggart dengan menggunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan menggunakan langkah-langkah Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi. Selain itu penelitian ini juga mengunakan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif untuk mendapatkan hasil persentase menggunakan skala likert. Sebelum melaksanakan tindakan atau pada saat prasiklus peneliti menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran terutama pada tingkat kreativitas dan kemampuan motorik. Dengan demiian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode melukis dengan jari Finger Painting dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 Tahun. Penelitian ini juga dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru yang dapat digunkan untuk perbaikan dalam pembealajaran selanjutnya. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. JOURNAL OF EDUCATIONAL RESEARCH JER 321 JOURNAL OF EDUCATIONAL RESEARCH JER Volume I Nomor 2, Juni 2022 Volume I Nomor 2, Desember 2022 Penggunaan Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5-6 Tahun Epa Pebriani Pascasarjana UIN STS Jambi epapebriani6 Abstract This research focuses on the use of finger painting to improve creativity and motor skills of children aged 5-6 years in Pembina Kindergarten, Mersam sub-district, Batanghari district. This study aims to determine how the use of the finger painting method in increasing creativity and motor skills of children aged 5-6 years in Pembina Kindergarten, Mersam District, Batanghari Regency with a sample of 1 research model uses the Kemmis & Taggart design model by using two cycles, each cycle consisting of three meetings and using the steps of Planning, Action, Observation, Reflection. In addition, this study also uses a qualitative and quantitative approach to obtain percentage results using a Likert carrying out the action or during the pre-cycle the researcher found various problems in the implementation of learning, especially at the level of creativity and motor it can be concluded that by applying the finger painting method, it can increase the creativity and motor skills of children aged 5-6 years. This research is also carried out as an effort to provide understanding and knowledge to teachers that can be used for improvement in further learning. Keywords Learning Methods, Early Childhood, Finger Painting, Finger Painting, Creativity, Children's Motor. Abstrak Peneltian ini fokus pada Penggunaan Metode Melukis dengan Jari Finger Painting untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode melukis dengan jari Finger Painting dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak usia 5 – 6 tahun di Taman kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari dengan jumlah sampel sebanyak 1 orang anak. Model penelitian ini menggunkan model rancangan Kemmis & Taggart dengan menggunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan menggunakan langkah-langkah Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi. Selain itu penelitian ini juga mengunakan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif untuk mendapatkan hasil persentase menggunakan skala likert. Sebelum melaksanakan tindakan atau pada saat prasiklus peneliti menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran terutama pada tingkat kreativitas dan kemampuan motorik. Dengan demiian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode melukis dengan jari Finger Painting dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 Tahun. Penelitian ini juga dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru yang dapat digunkan untuk perbaikan dalam pembealajaran selanjutnya. Kata Kunci Metode Pembelajaran, Anak Usia Dini, Melukis dengan Jari, Finger Painting, Kreativitas, Motorik Anak. Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 322 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 A. Pendahuluan Anak usia dini adalah anak usia prasekolah dengan rentan usia nol sampai enam tahun tahun dan menurut para ahli nol sampai tahun. Anak usia dini dalam hidupnya mengalami dua masa proses, yaitu masa pertumbuhan dan perkembangan. Periode pertumbuhan dan perkembangan ini unik dan berbeda untuk setiap anak. Masa ini juga berlangsung sekali seumur hidup dan tidak akan terulang lagi dan lagi. Pada masa ini anak belajar dengan menggunakan panca inderanya untuk mempelajari sesuatu dan melakukan apa saja untuk mengatasi rasa ingin tahunya, untuk itu anak harus mendapatkan bimbingan dan arahan agar rasa ingin tahunya dapat terpenuhi dengan cara yang benar. Di masa kanak-kanak, anak-anak akan lebih mudah membimbing dengan memberi contoh, mendengarkan dan mendidik. Periode ini juga hanya berlangsung seumur hidup dan tidak akan terulang sekali di kemudian hari. Pada masa ini anak belajar dengan menggunakan panca inderanya untuk mempelajari sesuatu dan melakukan apa saja untuk memenuhi rasa ingin tahunya, untuk itu anak harus mendapatkan bimbingan dan arahan agar rasa ingin tahunya dapat terpenuhi dengan cara yang benar. Di masa kanak-kanak, anak akan lebih mudah dibimbing dengan memberi contoh, mendengarkan dan menunjukkan. Anak secara naluriah aktif bergerak kemanapun ia mau dan merasa senang, sehingga kebutuhan perkembangannya dapat terpenuhi secara optimal. Anak usia dini memiliki pola tumbuh kembangnya sendiri. Pola perkembangannya meliputi perkembangan aspek kecerdasan yang meliputi daya intelektual, daya cipta, emosional dan spiritual, perkembangan motorik anak meliputi aspek motorik kasar dan halus, dan perkembangan artistik meliputi kreativitas anak. Anak usia dini memiliki pola tumbuh kembangnya sendiri. perkembangannya meliputi aspek perkembangan kecerdasan yang meliputi daya intelektual, daya cipta, emosional dan spiritual, perkembangan motorik anak meliputi aspek motorik kasar dan halus, dan perkembangan seni meliputi kreativitas anak. Pendidikan anak usia dini adalah salah satu bentuk penyeleng garaan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik anak baik itu perkembangan motorik maupun kreativitas anak. Pendidikan anak usia dini merupakan wadah untuk memberikan pembelajaran dalam proses pertumbuhan dan perkembangan serta pembentukan karakter anak usia dini. Pendidikan anak usia dini harus dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan dalam proses pembelajaran, oleh karena itu guru harus mampu memberikan suasana belajar yang baik di dalam maupun di luar kelas agar anak dapat berkembang secara optimal. Menurut Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan paling dasar dan memiliki posisi sebagai masa emas dan sangat strategis dalam pengembangan sumber daya. Anak usia dini rentan sejak lahir hingga enam tahun merupakan usia kritis juga. sebagai strategi dalam proses pendidikan dan dapat mempengaruhi proses dan hasil pendidikan seseorang Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 selanjutnya, artinya masa ini merupakan masa yang kondusif untuk berkembangnya berbagai kemampuan, kecerdasan, fisik, kognitif, bahasa, kemampuan sosial dalam pandangan Islam merupakan hal yang paling penting dan mendasar terutama bagi anak-anak, hal ini sangat jelas dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi tentang mendidik anak seperti yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah Al Isra' ayat 24 yang artinya “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan cinta dan ucapkanlah “Ya Tuhanku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua mendidikku ketika aku masih kecil.” Quran Al Isra 24Ayat ini menggambarkan tentang bagaimana orangtua haus mendidik anak-anak nya sehingga kelak akan menjadi anak yang berbakti dan mendoakan keduanya. Anak bukan saja sebagai aset dunia melainkan juga harus menjadi aset akhirat. Oleh sebab itu, perlu memberikan pendidikan dan bimbingan secara utuh kepada anak-anak. Disisi lain, Pendidikan taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang sangat penting karena menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi anak agar terbentuk dan kemampuan dasar yang sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Taman Kanak-Kanak merupakan jembatan antara lingkungan keluarga dengan masyarakat luas yaitu sekolah dasar dan lingkungan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan layanan pendidikan sejak usia dini. Gambar-gambar yang dibentuk oleh anak-anak jarang yang terdiri dari warna-warna asli, karena anak-anak mau tidak mau mencoba dan menemukan apa yang akan terjadi jika warna-warna tersebut dicampur. Oleh karena itu, kegiatan finger painting merupakan salah satu kegiatan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik anak. karena dalam kegiatan finger painting anak-anak dapat mengekspresikan imajinasinya secara langsung, anak-anak diberikan kebebasan untuk menggambar apa yang anak-anak dapat melalui media yang disediakan. Taman kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam yang terletak di Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari, proses pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas dan motorik anak sudah menggunakan finger painting. B. Kerangka Teori Finger painting atau menggambar dengan jari adalah tekhnik melukis dengan jari tangan secara langsung tanpa menggunakan bantuan alat. Jenis kegiatan ini dilakukan dengan cara mengoleskan adonan warna menggunakan jari tangan di atas bidang gambar. Permainan finger painting merupakan kegiatan menggambar menggunakan jari yang dilakukan dengan cara megoleskan adonan warna dengan jari di atas kertas gambar sehingga menghasilkan suatu hasil karya yang menarik. Tujuannya yaitu, mengembangkan ekspresi melalui media lukis dengan gerakan tangan, Martinis Yamin dan Jamilah, Panduan PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini Gaung Persada Press Group. Ciputat, 2013, 45. Departemen Agama RI. Al Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta Proyek Pengayaan Kitab Suci Al Qur’an, 1992, 690 Anies Listyowati dan Sugiyanto, Finger Painting, Jakarta Erlangga, 2017, 24. Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 324 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 mengembangkan fantasi, imajinasi, dan kreasi, melatih otot-otot tangan, jari, koordinasi otot, dan mata, melatih kecakapan mengombinasikan warna, memupuk perasaan terhadap gerakan tangan, memupuk perasaan keindahan. Melukis dengan jari atau finger painting adalah teknik melukis dengan menggunakan jari tanpa media apapun. Seni memang bisa dibuat dengan menggunakan bahan apa aja termasuk juga seni melukis dengan jari-jari tangan. Melukis berbeda dengan finger painting, jika dalam melukis anak masih menggunakan media tambahan untuk mengap likasikan warna- warnanya namun pada seni melukis dengan jari tangan hanya menggunakan sebagian atau keseluruhan jari untuk mengaplikasikan warna-warna tersebut sehingga menjadi kesatuan lukisan jari yang indah dengan pencampuran warna yang dihasilkan baik disengaja ataupun tidak menjadi warna sekunder dan tersier. Witarsono, finger painting adalah melukis dengan jari, melatih pengembanganimajinasi, memperhalus kemampuan motorik halus, dan mengasah bakat seni rupa. Lebih lanjut menurut Sumanto menyatakan bahwa, finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna/bubur warna secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar. Batasan jari disini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan. Andrimeda menyatakan bahwa, finger painting adalah suatu istilah melukis dengan jari. Jenis kegiatan ini merupakan suatu cara berkreasi di bidang datar dengan bubur berwarna sebagai bahan pewarnanya dan jari atau telapak tangan sebagai alatnya. Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa, finger painting adalah teknik melukis dengan jari menggunakan berbagai media dan warna dan melatih pengembangan imajinasi, mengasah bakat seni rupa. Kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru atau kombinasi dari keduanya yang akhirnya melekat pada dirinya. Kreativitas sebagai daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan, daya imajinasi maupun karya. Utami Munandar mengemukakan pengertian dan definisi kreativitas menjadi beberapa rumusan sebagai berikut.a kreativitas adalah kemampuan anak untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. b kreativitas berpikir kreatif atau berpikir devergen adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang penekanannya pada kuantitas, ketepat gunaan, dan keragaman Lia Istiana, Nurhenti Dorlina Simatupang, “Pengaruh Permainan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B di Paud Melati”, E-Jurnal PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya, Juni 2013, diakses pada Desember, 2021, 18-19, https/e-jurnal-universitas-negeri-surabaya/ Dewa Ayu Ketut Gayatri Suciati, Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu Ujianti, “Pengaruh Kegiatan Finger Painting Berbasis Teori Lokomosi Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak”, e-Journal Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 4. No. 2, April, 2021, diakses pada Juni, 2021, 84103541"8. Utami Munandar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Jakarta PT. Gramdia Pustaka Utama, 2009, 47. Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 jawaban. c secara operasional, kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, fleksibilitas dan originalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengolaborasi dalam mengembangkan, memperinci, memperkaya suatu gagasan. Mayezky dalam Kurnia, menjelaskan bahwa kreativitas adalah cara berfikir dan bertindak atau membuat sesuatu yang asli untuk individu dan dihargai oleh orang atau lainnya. Munandar dalam Haryati mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk membuat kombinasikombinasi baru, asosiasi baru berdasarkan bahan, informasi, data atau elemenelemen yang sudah ada sebelumnya menjadi hal-hal yang bermakna dan bermanfaat. Sementara itu Solso dalam Haryati, kreativitas adalah aktivitas kognitif yang menghasilkan cara pandang baru terhadap suatu masalah atau situasi. Dari pendapat tersebut dapat penulis pahami bahwa kreativitas adalah kegiatan yang menghasilkan cara pandang baru terhadap suatu masalah. Kreativitas adalah aktivitas imajinatif yang memanifestasikan kecerdikan dari pikiran yang berdaya untuk menghasilkan produk dan atau untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan caranya sendiri. Martinis Jamaris, mengatakan bahwa kreativitas merupakan aktivitas mental karena berkaitan dengan pemahaman manusia terhadap lingkungannya secara terus menerus dengan penuh ketekunan dan kesabaran yang menghasilkan berbagai ide, temuan, cara-cara baru, dan berbagai tindakan yang merupakan terobosan bagi suatu perubahan yang sangat bernilai dan bermakna bagi manusia dalam mengembangkan, mengatur dan mengendalikan lingkungannya sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Dari pendapat tersebut dapat penulis pahami bahwa kreativitas adalah suatu aktivitas yang menghasilkan berbagai idea atau temuan baru. James J. Gallagher dalam Yeni Rahmawati, mengatakan bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru atau mengombinasikan antara keduanya yang akhirnya akan melekat pada dirinya. Kreativitas merupakan proses mental yang dilakukan berupa gagasan baru yang melekat pada diri seseorang. Kreativitas juga sering disebut dengan daya cipta. Motorik adalah terjemahan dari kata motor yang menurut Gallahue adalah suatu dasar biologi atau mekanika yang menyebabkan terjadinya suatu gerak. Dengan kata lain, gerak adalah kulminasi dari suatu tindakan yang didasari oleh proses motorik. Motor diartikan sebagai istilah yang menunjukkan pada hal, keadaan dan kegiatan yang melibatkan otot-otot juga gerakannya. Secara singkat, motor dapat pula dipahami sebagai segala keadaan yang meningkatkan atau menghasilkan stimulasi/ rangsangan terhadap kegiatan organ-organ fisik. Perkembangan motorik terdapat tiga unsur yang menentukannya yaitu otot, saraf, dan otak. ketika unsur ini melaksanakan masing-masing perannya secara interaksi positif, artinya unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur lainnya untuk mencapai kondisi motorik yang lebih sempurna keadaannya. Anak dan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil dalam Haryati, Aktivitas Cerdas Pengisi Kegiatan PAUD, Jakarta Selatan PT. Tugu Publisher, 2012, 98. Martini Jamaris, Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan, Jakarta Ghalia Indonesia, 2013, 74. Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 326 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 menggerak- gerakkan tubuhnya. Perkembangan pola motorik yang pertama kali dipelajarai oleh seorang individu adalah belajar motorik, yaitu respond otot dan gerak. Melalui perilaku motorik anak berhubungan dengan dan belajar tentang dunia. Keterampilan motorik adalah kegiatan yang mungkin memiliki derajat ketelitian yang tinggi, tetapi tujuannya adalah untuk menampilkan suatu perbuatan khas atau menyelesaikan suatu tujuan Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Jenis penelitian classroom action research atau penelitian tindakan kelas dengan desain atau prosedur yang dikemukakan oleh Kemmis & Taggart. Menurut Kemmis & Taggart bahwa penelitian tindakan kelas itu dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat momentum esensial yaitu penyusunan rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Keempat komponen tersebut merupakan satu untaian atau putaran kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang disebut dengan siklus. Populasi adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis menjadi target penelitian. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak dengan rentang usia 4 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam i Kabupaten Batanghari. Sedangkan Sampel adalah anak-anak usia 5 – 6 Tahun yang terbagi kedalam 2 kelompok belajar dengan jumlah keseluruhan 31 orang. Adapun subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok usia 5 – 6 tahun yang tergabung dalam kelas B1 Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam i Kabupaten Batanghari yang berjumlah 16 orang D. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Refleksi Tindakan Siklus 1 Berdasarkan pengamatan dan analisis peneliti terhadap beberapa permasalahan yang ditemui pada tindakan siklus 1, maka ditemukan permasalahan sebagai berikut 1 Kegiatan terlalu banyak 2 Gambar masih terlalu rumit 3 Terdapat anak-anak yang belum bisa menirukan bentuk gambar yang dicontohkan Pada pelaksanaan tindakan dalam siklus 1 ini masih terdapat kekurangan sehingga harus dilakukan tindakan pada siklus kedua untuk memperbaiki kekurangan sebelumnya. Oleh sebab itu, peneliti kembali menyusuan rencana dan langkah-langkah untuk pelaksanaan tindakan siklus kedua yaitu dengan menggunakan metode Finger Samsudin, Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-Kanak Jakarta Pranada Media Group, 2008, 10-11. Mulyono Abdurrahman, Anak Berkesulitan Belajar Teori, Diagnosis dan Remediasinya, Jakarta Rineka Cipta, 2012, 110. Hamzah B. Uno dkk,”mennjadi PTK Yang Profesional” Jakarta Bumi Aksara,2014, 87. Johni Dimyati, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya, Jakarta Kencana Prenata Media Group, 2013, 34. Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Painting untuk mneingkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk perbaikan pelaksanaan tindakan siklus 2 adalah sebagai berikut 1 Mengurangi lembar kegiatan anak agar lebih focus 2 Memberikan contoh gambar yang tidak terlalu rumit agar dapat di tiru oleh anak-anak 3 Menekankan anak agar menjadi kreatif dan meningkatkan kemampuan motoric. 4 SIKLUS 2 Perencanaan Berdasarkan hasil pengamatan pada tindakan siklus 1, perkembangan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari perlu ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi. Oleh sebab itu peneliti bersama guru kelas bersepakat untuk melanjutkan tindakan pada siklus 2. Adapun tema pada siklus 2 ini adalah sebagai berikut Gambar Tema Siklus 2 Pelaksanaan Tindakan Siklus 2 Untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, kegiatan pembukaan hingga penutup dilakukan secara klasikal. Diawali dengan kegiatan pagi hari yaitu baris berbaris dilapangan yang diisi dengan kegiatan pembacaan ikrar, bernyanyi dan bertepuk tangan lalu dilanjutkan dengan berjalan dan berkumpul dalam satu kelas untuk melakukan praktek sholat dan hafalan surah-surah pendek. Setelah menyelelesaikan kegiatan prkatek sholat dan mengulang hafalan selanjutnya anak-anak beristirahat dan makan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Selanjutnya anak-anak diarahkan untuk masuk kedalam kelas nya masing-masing untuk memulai pelajaran. Setelah berada di dalam kelas, peneliti memulai membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar anak-anak, mengabsen anak satu persatu, menanyakan hari dan lain-lain dengan diiringi nyanyian dan tepukan. Berikutnya membaca doa sebelum belajar dan mulailah peneliti TEMA SIKLUS 2Alam SemestaSubtema 2LangitSubtema 3Gejala AlamSubtema 1Bumi Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 328 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 memberikan materi pelajaran dan melatih anak untuk menggunakan jari untuk mengambar objek yang telah ditentukan atau penggunaan metode finger Painting. Pertemuan pertama pada siklus 2 ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 23 Mei 2022. Senelum pelaksanaan pembelajaran dilumai, peneliti telah mempersiapkan media yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran anak untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Seperti media belajar mengenai tema yang akan dibahas, pola gamar yang akan dikerjakan oleh anak dalam kegiatan. Selain itu peneliti jga menetapkan beberapa peraturan selam peljaran berlangsung yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Seperti tidak boleh berjalan, tidak boleh mengobrol, dan tidak boleh mengganggu teman saat pelajaran berlangsung. Setelah semua anak setuju dengan kesepakatan tersebut selanjutnya peneliti memulai mengaplikasikan metode Finger Painting untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak. Selama kegiatan berlangsung, peneliti mengamati dan mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar dengan meminta bantuan guru kelas. Peneliti memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya dengan menjawab berbagai macam pertanyaan anak-anak terkait tema yang dipelajari dan tentang penggunaan jari untuk melukis. Pada table diatas dapat dilihat bahwasanya sudah mulai terlihat perkembangan kreativitas anan terutama pada indicator 1 yaitu anak aktif dalam kegiatan. Terbukti dari hasil penilaian rata-rata anak yang semula sebesar 65,6% pada akhir siklus 1 meningkat menjadi 81,6% diawal silus 2 ini. Kemudian pada indicator kedua meningkat menjadi 80%, pada indicator ketiga meningkat menjadi 76,6%, dan pada indicator ke empat juga meningkat menjadi 75%. Bila diperhatikan ini merupakan peningkatan yang cukup baik diawal tindakan siklus kedua ini. Peneliti berharap pada pertemuan selanjutnya dapat lebih meningkat semakin baik lagi. Dalam bentuk diagram, peningkatan tersebut dapat terlihat sebagaimana diagram berikut ini Diagram. Perkembangan Kreativitas anak pada pertemuan pertama siklus 2 Disisi lain, dalam perkembangan kemampuan motoric anak, setelah peneliti melakukan pengamatan dan penilaian dari hasil karya anak pada pertemuan pertama di siklus 2 ini maka di peroleh lah data sebagaimana table dibawah ini 00,511,522,533,54AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARZAIndikator 1Indikator 2Indikator 3Indikatoar 4 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Table. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan Pertama Siklus 2 Dari table diatas dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari sudah Berkembang Sesuai harapan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan dan peningkatan dari pertemuan sebelum nya hingga ke pertemuan pertama siklus 2 ini. Pada indicator ke 1 terjadi peningkatan pencapaian rata-rata anak menjadi 83,3% dimana dari 15 orang jumlah anak-anak sudah tidak ada lagi yang memperoleh skor 2 atau kriteria Mulai Berkembang, sedangkan 10 orang anak lainnya sudah berada pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan BSH atau mendapatkan skor 3 dan 5 orang lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau dengan kata lain Berkembang Sangat Baik. Disisi lain pada indicator 2, terjadi peningkatan angka rata-rata menjadi 81,6% dimana jumlah anak yang mendapatkan skor 3 atau Berkembnag Sesuai Harapan sebanyak 11 orang anak sedangkan sebanyak 4 orang anak lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sanat Baik BSB. Selanjutnya pada indicator ke 3, juga sudah terjadi peningkatan dimana nilai rata-rata anak sudah mencapai 81,6% terlihat dari jumlah keseluruhan anak terdapat 12 orang anak yang memperoleh skor 3 atau kriteria Berkembang Sesuai Harapan sedangkan 3 orang anak lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sangat Baik BSB. Jika dilihat dalam bentuk diagram maka perkembangan kemampuan motoric anak pada pertemuan pertama siklus 2 ini dapat terlihat sebagaimana berikut ini Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 330 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Diagram. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan pertama Siklus 2 Pertemuan Kedua Siklus 2 Pertemuan kedua pada siklus 2 ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 30 Mei 2022. Sebelum pelaksanaan pembelajaran dilumai, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya peneliti telah mempersiapkan media yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran anak untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Seperti media belajar mengenai tema yang akan dibahas, pola gambar yang akan dikerjakan oleh anak dalam kegiatan. Selain itu peneliti juga menetapkan beberapa peraturan selam pelajaran berlangsung yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Seperti tidak boleh berjalan, tidak boleh mengobrol, dan tidak boleh mengganggu teman saat pelajaran berlangsung. Setelah semua anak setuju dengan kesepakatan tersebut selanjutnya peneliti memulai mengaplikasikan metode Finger Painting untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak. Selama kegiatan berlangsung, peneliti mengamati dan mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar dengan meminta bantuan guru kelas. Peneliti memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya dengan menjawab berbagai macam pertanyaan anak-anak terkait tema yang dipelajari dan tentang penggunaan jari untuk melukis. Setelah kegiatan pembelajaran pada hari tersebut usai, peneliti kemudian memberikan beberapa motivasi kepada anak-anak agar selalu bersemangat belajar supaya menjadi manusia yang berguna dan tercapai segala cita-cita. Selanjutnya anak-anak dikondisikan untuk kembali duduk melingkar dan membaca doa-doa sebelum pulang. Berikut table hasil penilaian kreativitas dan kemampuan motoric anak pada pertemuan kedua siklus 2 00,511,522,53AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARpIndikator 1Indikator 2Indikator 3 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Tabel. Perkembangan kreativitas anak pada pertemuan kedua siklus 2 Pada table diatas dapat dilihat bahwasanya pada siklus kedua ini sudah terlihat peningkatana yang cukup baik dalam hal kreativitas anak, terlihat dari pencapaian pada setiap indicator yakni pada indicator 1 dari hasil penilaian rata-rata anak pada pertemuan kedua siklus 2 ini meningkat menjadi 90,0%. Kemudian pada indicator 2 meningkat menjadi 88,3%, pada indicator 3 meningkat menjadi 90,0%, dan pada indicator ke 4 juga meningkat menjadi 88,3,0%. Bila diperhatikan peningkatan pada pertemuan kedua siklus 2 ini terjadi cukup baik dibandingkan pertemuan sebelumnya. Peneliti berharap pada pertemuan selanjutnya dapat lebih meningkat semakin baik lagi. Dalam bentuk diagram, peningkatan tersebut dapat terlihat sebagaimana diagram berikut ini Diagram. Perkembangan Kreativitas anak pada pertemuan kedua siklus 2 00,511,522,533,54AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARZAIndikator 1Indikator 2Indikator 3Indikatoar 4 Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 332 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Dalam perkembangan kemampuan motoric anak, setelah peneliti melakukan pengamtan dan penilaian dari hasil karya anak pada pertemuan kedua di siklus 2 ini maka di peroleh lah data sebagaimana table dibawah ini Table. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan Kedua Siklus 2 Dari table diatas dapat dilihat bahwa perkembangan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari sudah berkembang dengan Baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan dan peningkatan dari pertemuan sebelum nya hingga ke pertemuan kedua di siklus 2 ini. Pada pertemuan yang lalu di siklus 2 ini khususnya pada indicator ke 1 terjadi peningkatan capaian rata-rata anak sebesar 83,38% dimana dari keseluruhan jumlah anak-anak yang memperoleh skor 3 atau kriteria Berkembang Sesuai Harapan berjumlah 10 orang anak sedangkan 5 orang anak lainnya sudah berada pada kriteria Berkembang Sangat Baik BSB atau mendapatkan skor 4. Disisi lain pada indicator 2, terjadi peningkatan capaian rata-rata anak setidaknya sebesar 80,0% dimana jumlah anak yang mendapatkan skor 3 atau Berkembang Sesuai Harapan terdapat 12 orang anak sedangkan sebanyak 3 orang anak lainnya sudah berkembang dan mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sangat Baik BSB. Selanjutnya pada indicator ke 3, juga sudah terjadi peningkatan sebesar 80,0% dimana terdapat 12 orang anak yang memperoleh skor 3 atau kriteria Berkembag Sesuai Harapan sedangkan 3 orang anak lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sangat Baik BSB. Peningkatan ini tentu saja sudah cukup baik dna mendekati denganterget yang diharapkan oleh peneliti dan juga guru kolaborasi. Jika dilihat dalam bentuk diagram maka perkembangan kemampuan motoric anak pada pertemuan ketiga siklus 1 ini dapat terlihat sebagaimana berikut ini Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Diagram. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan kedua Siklus 2 Pertemuan Ketiga Siklus 2 Pertemuan ketiga pada siklus 2 ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 6 Juni 2022. Sebagaimana sebelumnya, senelum pelaksanaan pembelajaran dimulai, peneliti telah terlebih dahulu mempersiapkan media yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran anak untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Seperti media belajar mengenai tema yang akan dibahas, pola gamar yang akan dikerjakan oleh anak dalam kegiatan. Selain itu peneliti jga menetapkan beberapa peraturan selam peljaran berlangsung yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Seperti tidak boleh berjalan, tidak boleh mengobrol, dan tidak boleh mengganggu teman saat pelajaran berlangsung. Setelah semua anak setuju dengan kesepakatan tersebut selanjutnya peneliti memulai mengaplikasikan metode Finger Painting untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak. Selama kegiatan berlangsung, peneliti mengamati dan mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar dengan meminta bantuan guru kelas. Peneliti memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya dengan menjawab berbagai macam pertanyaan anak-anak terkait tema yang dipelajari dan tentang penggunaan jari untuk melukis. Berikut table hasil penilaian kreativitas dan kemampuan motoric anak pada pertemuan ketiga siklus 2 00,511,522,533,54AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARZAIndikator 1Indikator 2Indikator 3 Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 334 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Tabel. Perkembangan kreativitas anak pada pertemuan ketiga siklus 2 Pada table diatas dapat dilihat bahwasanya sudah terlihat perkembangan kreativitas anakyang sangat baik menurut peneliti terutama pada indicator 2 yaitu anak berani berpendapat. Terbukti dari hasil penilaian rata-rata anak pada indicator 1 pertemuan ketiga siklus 2 ini meningkat menjadi 88,3%. Kemudian pada indicator kedua meningkat menjadi 90,0%, pada indicator ketiga meningkat menjadi 85,0%, dan pada indicator ke empat juga meningkat menjadi 86,6%. Bila diperhatikan ini merupakan peningkatan yang sangat baik di akhirl tindakan siklus kedua ini. Dalam bentuk diagram, peningkatan tersebut dapat terlihat sebagaimana diagram berikut ini Diagram. Perkembangan Kreativitas anak pada pertemuan ketiga siklus 2 Dalam perkembangan kemampuan motoric anak, setelah peneliti melakukan pengamatan dan penilaian dari hasil karya anak pada pertemuan ketiga di siklus 1 ini maka di peroleh lah data sebagaimana table dibawah ini 00,511,522,533,54AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARZAIndikator 1Indikator 2Indikator 3Indikatoar 4 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Table. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan Ketiga Siklus 2 Table diatas menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan motorik anak sudah meningkat. Terdapat peningkatan dari pertemuan sebelum nya hingga ke pertemuan ketiga ini. Pada pertemuan kedua yang lalu di siklus 1 ini khususnya pada indicator ke 1 terjadi peningkatan yang sangat baik dimana jumlah anak-anak yang memperoleh skor 2 atau kriteria Mulai Berkembang tidak ada lagi, sedangkan 4 orang anak sudah berada pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan BSH atau mendapatkan skor 3 dan 11 orang lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau kriteria Berkembang Sangat Baik. Disisi lain pada indicator 2, terjadi peningkatan yang sangat baik pula, dimana terdapat 7 orang anak yang mendapatkan skor 3 atau berkembang Sesuai Harapan sedangkan sebanyak 8 orang anak lainnya sudah berkembang dan mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sangat Baik BSB. Selanjutnya pada indicator ke 3, juga sudah terjadi peningkatan dimana terdapat 5 orang anak yang memperoleh skor 3 atau kriteria Berkembang Sesuai Harapan BSH sedangkan 12 orang anak lainnya sudah mendapatkan skor 4 atau Berkembang Sangat Baik BSB. Peningkatan ini yang terjadi pada akhir siklus 2 ini sudah sesuai dengan target peneliti bersama guru klaborasi, oleh sebab itu peneliti bersama guru kolaborasi bersepakat untuk mengakhiri tindakan pada siklus 2 ini. Jika dilihat dalam bentuk diagram maka perkembangan tersebut dapat terlihat sebagaimana berikut ini Diagram. Perkembangan Kemampuan Motorik Anak pada Pertemuan Ketiga Siklus 2 00,511,522,533,54AARANFAAANAHWISKRMAMDNORASSSATARZAIndikator 1Indikator 2Indikator 3 Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 336 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Observasi Tindakan Siklus 2 Observasi di lakukan pada saat anak-anak mengikuti kegiatan yang disusun berdasarkan rencana kerja harian. Peneliti mengamati anak-anak yang sedang melakukan kegiatan mulai dari awal kehadiran hingga pulang sekolah. Hal-hal yang diamatai disesuaikan dengan panduan observasi yang ada, berupa instrumen penelitian yaitu terkait dengan metode melukis dengan jari Finger Painting dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan Motorik. Berdasarkan hasil tindakan pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga pada siklus 2 ini, maka diperoleh gambaran tentang hasil peningkatan dalam kreativitas dan kemampuan Motorik anak dimana telah terjadi peningkatan yang sangat baik dan sudah dapat memenuhi kriteria Berkembang Sangat Baik BSB meskipun masih ada beberpa anak yang masih berada pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan BSH namun peneliti berharap akan semakin meningkat pada hari-hari selanjutnya. 1 Assesmen akhir Setelah seluruh tindakan dilakukan, peneliti melakukan assesmen akhir terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan bersama guru kelas. Assesmen tersebut tidak hanya berupa observasi tetapi juga melalui kuisioner yang diisi oleh guru setelah mengamati proses kegiatan selama 2 siklus. Berdasarkan hasil penelitian akhir didapatkan data bahwa perkembangan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari sudah Berkembang Sangat Baik. 2 Hasil pengamatan siklus 3 Berdasarkan hasil kuisioner pada siklus 1, dan 2 menunjukkan adanya peningkatan terhadap Kreativitas dan Kemampuan Motorik pada anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Dapat dilihat peningkatan yang terjadi terhadap Perkembangan Kreativitas anak pada akhir siklus 2 dengan persentase sebanyak 1 orang anak mendapat skor 16 atau 100%, 3 orang anak mendapat skor 15 atau 93,75%, sebanyak 6 orang anak mendapat skor 14 atau 87,5%,dan 5 orang anak dengan skor 13 atau 81,25%. Sedangkan dalam perkembangan Kemampuan Motorik Anak terjadi peningkatan dengan persentase sebanyak 4 orang anak mendapatkan skor 12 atau 100%, 8 orang anak mendapatkan skor 11 atau 91,6 %, 1 orang anak mendapatkan skor 10 atau 83,3 % dan 2 orang anak mendapatkan skkor 9 atau 75,0%. Pencapaian perkembangan tersebut sudah memenuhi target sebagaimana yang diharapkan oleh peneliti dan juga guru kelas yakni dengan rata-rata anak sebesar 80%. Berdasarkan hasil observasi peneliti dari pertemuan pertama, kedua hingga ketiga pada siklus 2, maka diperoleh gambaran tentang hasil peningkatan kreativitas dan Kemampuan motorik anak usia 5 – 6 tahun sebagai berikut Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Tabel Peningkatan Perkembangan Kreativitas Anak saat Pertemuan 1, 2 dan 3 pada siklus 2 Selanjutnya peneliti paparkan pula hasil perkembangan Kemmpuan Motorik anak pada pertemuan 1, 2 dan 3 si siklus ke 2 ini Tabel Peningkatan Perkemabnaga Keampuan Motorik Anak saat Pertemuan 1, 2 dan 3 pada siklus 2 Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus 2 diatas, maka peneliti dan guru kelas sepakat bahwa perkembangan kreativitas dan kemampuan motoric anak di Taman kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari Berkembang Sangat Baik karena telah dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh peneliti bersama guru kelas sebelumnya. Oleh sebab itu peneliti dan guru kelas memutuskan untuk mengakhiri penelitian ini pada siklus 2 saja karena telah dapan mencapai kriteria Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 338 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 sesuai dengan harapan peneliti dan juga guru kelas. Refleksi Tindakan Siklus 2 Setelah dilakukaannya tindakan, wawancara peserta didik, guru dan menganalisa lembar hasil perkembangan Kreativitas dan Kemampuan motoric anak menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan analisa data pada siklus 2 menunjukkan data bahwa secara keseluruhan angka perkembangan rata-rata anak mencapai 89,91 yang berarti sudah berkemang dengan sangat baik, dimana tidak ada lagi anak-anak yang memperoleh skor 1, dan 2 melainkan rata-rata skor anak-anak adalah 3 dan 4. Berikut ini akan disampaikan hasil perkembangan kreativitas dan kemampuan motorik anak pada akhir siklus 2 Anak Aktif dalam Kegiatan Mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi Memiliki gagasan yang baru Table. Hasil Pengamatan terhadap perkembangan kreativitas anak setelah melaksanakan tindakan akhir siklus Anak dapat menggambar sesuai harapan Anak dapat mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara detail Table. Hasil Pengamatan terhadap perkembangan kemampuan motorik anak setelah melaksanakan tindakan akhir siklus. Jika dilihat dalam bentuk diagram maka perkembangan kreativitas dan kemampuan motorik anak di taman kanak-kanak Kasih Bunda akan terlihat sebagai berikut Diagram. Perkembangan kreativitas anak pada akhir siklus 2 0246810Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4BBMBBSBBSH Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Diagram. Perkembangan Kemampuan Motorik anak pada akhir siklus 2 Berdasarkan pengamatan dan analisis mengenai kegiatan Finger Painting pada pembelajaran siklus 2 diantaranya sebagai berikut 1. Kegiatan Finger Painting atau melukis dengan jari dapat menarik minat anak-anak dalam menigkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak 2. Media yang digunakan berupa gambar-gambar yang disesuaikan dengan tema belajar dapat menstimulasi perkembangan motoric maupun kreativitas anak dalam belajar 3. Alokasi waktu yang disediakan sudah tepat waktu. E. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Finger Painting dapat meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak kasih Bunda Kecamatan Mersam kabupaten Batanghari, terlihat dari peningkatan setiap indikator yang terjadi pada tindakan siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Sebelum melakukan tindakan, peneliti melakukan assesmen awal terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Berdasarkan hasil assessmen awal tersebut diperoleh data bahwa perkembangan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari belum berkembang dengan baik kemudian terjadi peningkatan setelah menjalani proses tindakan pada siklus dan 2. Hal ini dibuktikan dengan angka rata-rata terhadap tingkat kreativitas anak pada saat prasiklus sebesar 18,75 % meningkat menjadi 64,08 % pada siklus 1, kemudian meningkat kembali pada akhir siklus 2 menjadi 87,47%. Adapun dalam perkembangan kemampuan motoric terjadi peningkatan juga dimana pada saat prasiklus perolehan rata-rata anak sebesar 51,63 % meningkat pada akhir siklus 1 menjadi 68,83 %, kemudian pada akhir siklus 2 mengalami peningkatan kembali menjadi 91,06 %. 024681012Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3BBMBBSBBSH Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak 340 Journal of Educational I Nomor 2, Desember 2022 Daftar Pustaka Abdurrahman, Mulyono. Anak Berkesulitan Belajar Teori, Diagnosis dan Remediasinya, Jakarta Rineka Cipta, 2012 Dimyati, Johni. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya, Jakarta Kencana Prenata Media Group, 2013 Departemen Agama RI. Al Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta Proyek Pengayaan Kitab Suci Al Qur’an, 1992 Haryati, Aktivitas Cerdas Pengisi Kegiatan PAUD, Jakarta Selatan PT. Tugu Publisher, 2012 Istiana, Lia Nurhenti Dorlina Simatupang, “Pengaruh Permainan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B di Paud Melati”, E-Jurnal PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya, Juni 2013, diakses pada Desember, 2021 Jamaris, Martini. Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan, Jakarta Ghalia Indonesia, 2013 Listyowati, Anies dan Sugiyanto, Finger Painting, Jakarta Erlangga, 2017 Munandar, Utami. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Jakarta PT. Gramdia Pustaka Utama, 2009 Samsudin, Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-Kanak Jakarta Pranada Media Group, 2008 Suciati, Dewa Ayu Ketut Gayatri Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu Ujianti, “Pengaruh Kegiatan Finger Painting Berbasis Teori Lokomosi Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak”, e-Journal Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 4. No. 2, April, 2021, diakses pada Juni, 2021 Uno, Hamzah B. dkk,”mennjadi PTK Yang Profesional” Jakarta Bumi Aksara,2014 Yamin, Martinis dan Jamilah, Panduan PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini Gaung Persada Press Group. Ciputat, 2013 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Aktivitas Cerdas Pengisi Kegiatan PAUD, Jakarta Selatan PT. Tugu Publisher, 2012Pengaruh Permainan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B di Paud MelatiLia Nurhenti Dorlina IstianaSimatupangIstiana, Lia Nurhenti Dorlina Simatupang, "Pengaruh Permainan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B di Paud Melati", E-Jurnal PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya, Juni 2013, diakses pada Desember, 2021ListyowatiListyowati, Anies dan Sugiyanto, Finger Painting, Jakarta Erlangga, 2017Utami MunandarMunandar, Utami. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Jakarta PT. Gramdia Pustaka Utama, 2009Pengaruh Kegiatan Finger Painting Berbasis Teori Lokomosi Terhadap Keterampilan Motorik Halus AnakSuciati, Dewa Ayu Ketut Gayatri Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu Ujianti, "Pengaruh Kegiatan Finger Painting Berbasis Teori Lokomosi Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak", e-Journal Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 4. No. 2, April, 2021, diakses pada Juni, 2021
Inspirasi alat melukis dengan jari, sumber foto Anna Shvets by dengan jari atau finger painting merupakan teknik melukis dengan jari. Untuk bisa mempraktikkannya, maka kamu perlu mempersiapkan alat melukis dengan jari yang tepat. Melukis dengan jari biasanya banyak diajarkan untuk anak SD terutama untuk kelas 3. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak boleh melakukan hal ini ya. Bahkan sekarang ini sudah banyak orang baik remaja hingga dewasa yang penasaran dengan melukis menggunakan jari. Mungkin kamu termasuk salah satunya, maka dari itu perlu mempersiapkan alat untuk melukisnya. Alat Melukis dengan JariInspirasi alat melukis dengan jari, sumber foto Steve Johnson by kamu termasuk salah satu orang yang ingin mencoba melukis menggunakan jari. Maka, ada beberapa alat seni lukis dengan jari yang perlu kamu persiapkan sesuai dengan buku Toddlercare karya June Thompson berikut. 1. Cat Khusus untuk MelukisPertama yang perlu kamu siapkan adalah cat khusus yang tidak beracun dengan berbagai macam warna untuk melukis. Kamu juga bisa memilih beberapa warna cat yang memang sesuai dengan kesukaan kamu. Beli cat yang memang khusus untuk finger painting, ini bisa kamu beli pada toko yang menyediakan peralatan menggambar atau melukis. Sebaiknya, beli dua atau tiga warna saja sebagai permulaan dan jika sudah cukup mahir bisa ditambahkan warna lainnya. 2. Wadah Berisi AirSelanjutnya kamu perlu menyiapkan wadah bisa berupa baskom atau yang lainnnya yang telah diisi air. Wadah ini nantinya untuk mencuci tangan setelah selesai melukis atau saat ingin berganti warna. Usahakan untuk memilih wadah yang besar dan beri air secukupnya, pastikan air tidak mudah tumpah agar tidak mengotori hal lainnya. 3. Karton TebalUntuk memulai melukis, tentunya ada media yang perlu kamu siapkan. Sebenarnya, ada banyak media seperti kanvas, kertas gambar atau karton yang bisa kamu pilih. Namun, sebagai pemula lebih baik gunakan karton putih yang cukup besar dan cukup tebal. Atau jika tidak ingin membeli, kamu juga bisa menggunakan buku gambar A4 yang biasanya untuk menggambar dengan pensil warna. Memang hanya diperlukan 3 alat melukis dengan jari bagi pemula yang perlu kamu siapkan. Meskipun hanya tiga alat, jika kamu bisa menggunakan dengan baik maka bisa menghasilkan lukisan tangan yang menarik. DSI
Cara Melukis dengan Jari Teknik Menarik untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Apa itu Melukis dengan Jari? Melukis dengan jari adalah teknik melukis yang dilakukan dengan menggunakan ujung jari sebagai kuasnya. Teknik ini sebenarnya merupakan teknik yang paling awal digunakan manusia sejak zaman prasejarah. Namun, teknik melukis dengan jari tidak hanya digunakan sebagai salah satu bentuk eksplorasi seni rupa oleh manusia prasejarah, teknik ini kemudian berkembang sebagai salah satu teknik dalam seni rupa. Saat ini, teknik melukis dengan jari menjadi kegiatan yang populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa. Bahan yang Dibutuhkan Untuk melukis dengan jari seperti kelihatan di internet atau videos, ada beberapa bahan yang harus disiapkan sebelum memulai teknik ini. Namun, lebih jauh lagi ini adalah bentuk pribadi Anda dalam melukis. Apa saja bahan yang dibutuhkan seperti kanvas atau kertas, cat air atau cat akrilik, dan tentu saja jari-jari Anda sendiri! Tak perlu khawatir, cara melukis dengan jari sangat mudah dilakukan. Teknik ini bisa dilakukan tanpa menggunakan kuas yang biasa digunakan dalam melukis. Berikut langkah-langkahnya Pertama, sapukan sedikit cat ke ujung jari yang akan digunakan untuk melukis. Setelah itu, Anda bisa melukis seperti biasa dengan cara menerapkan jari pada media yang digunakan kain, kertas, atau kanvas. Cobalah variasi teknik dengan jari lain dan campur warna-warna yang dihasilkan. Pastikan ujung jari Anda bersih dari cat sebelum mengambil warna lain. Terus mencoba dan mencoba, eksplorasi kekayaan warna-warna baru yang diciptakan dengan teknik ini. Keuntungan Melukis dengan Jari Melukis dengan jari mempunyai keuntungan tersendiri. Selain sebagai hiburan, teknik melukis dengan jari juga membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Saat melukis dengan jari, mata dan tangan akan berkoordinasi secara maksimal dalam menangkap objek yang akan dilukis dan mengarahkan jari ke tempat area yang ingin disentuh cat. Selain itu, teknik melukis dengan jari juga bisa membantu meningkatkan kemampuan motorik halus dan kreativitas dalam mengolah warna. Penutup Bagi Anda yang ingin mengembangkan bakat dalam seni rupa, teknik melukis dengan jari bisa menjadi salah satu pilihan. Selain mudah dan menyenangkan, teknik melukis dengan jari ini juga mengandung banyak manfaat bagi pengembangan kemampuan kreativitas dan motorik. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan Untuk melukis dengan jari, alat dan bahan yang perlu disiapkan tidak banyak dan mudah didapatkan. Beberapa alat dan bahan yang harus disiapkan antara lain Kanvas atau kertas lukis Cat minyak atau cat akrilik Lap bersih atau tisu Wadah atau palet untuk mencampur cat Spidol permanen Yang paling penting dalam melukis dengan jari adalah cat minyak atau cat akrilik. Pastikan cat yang digunakan aman dan tidak beracun untuk anak-anak. Cat minyak lebih sulit dicuci dibandingkan dengan cat akrilik, jadi pastikan untuk menutupi meja atau permukaan kerja dengan plastik atau koran untuk menghindari noda yang sulit dihilangkan. Pilihlah kanvas atau kertas lukis yang lebih tebal dan memiliki daya serap yang baik, sehingga cat tidak meresap ke belakang kanvas. Setelah semua alat dan bahan terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menyiapkan spidol permanen. Fungsinya untuk menggambar garis batas dan membantu memberikan sketsa kasar pada kanvas. Setelah itu, ambil cat yang digunakan dan tuangkan ke wadah atau palet kecil. Pilih warna yang sesuai dengan desain yang akan digambar. Kemudian, pilihlah jari yang akan digunakan dan bersihkan dahulu jari dari kotoran atau minyak, agar cat tidak menjadi kotor. Setelah memulas cat pada jari, mulailah menghentakkan jari pada kanvas atau kertas. Lakukan gerakan dengan lembut dan pastikan tekanan yang diberikan tidak terlalu kuat, sehingga cat dapat menempel dengan sempurna pada kanvas. Jangan khawatir jika tangan dan jari terkena cat, karena cat yang digunakan aman untuk kulit. Langkah terakhir setelah selesai melukis adalah membersihkan jari dengan menggunakan lap bersih atau tisu. Setelah semua alat dan bahan bersih, jangan lupa untuk menutup rapat-rapat cat dan bersihkan palet atau wadah yang digunakan untuk mencampur cat. Selesai! Kini hasil lukisan dengan jari bersama anak akan menjadi kenangan yang indah bagi keluarga. Mengumpulkan Peralatan Lukis dengan Jari Sebelum memulai berlukis dengan jari, pastikan kamu telah mengumpulkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan. Beberapa peralatan yang perlu disiapkan adalah cat, kanvas atau bahan lain, alas lukis, wadah campuran cat, dan kain untuk membersihkan jari saat akan mengganti warna cat. Pastikan juga kamu telah menyiapkan ruangan yang cukup untuk berlukis dengan jari agar tidak mengganggu orang lain atau merusak barang di sekitar kamu. Teknik Lukis Jari pada Kanvas Setelah semua peralatan disiapkan, kamu bisa mulai berlukis dengan jari di atas kanvas atau bahan lain. Tips pertama, saat mengambil cat, jangan terlalu banyak hingga mengenai seluruh jari, karena setiap jari memiliki bagian yang berbeda dan perlu bobot cat yang berbeda pula. Kemudian, mulailah dengan membuat bentuk dasar pada kanvas dengan menggunakan jari-jari yang lebih kecil, misalnya jari kelingking. Setelah itu, lanjutkan dengan menambahkan detail permukaan, bayangan, atau hiasan pada lukisan dengan menggunakan ujung jari yang bersih. Jangan lupa membersihkan jari setelah selesai mengaplikasikan cat, supaya tidak merusak hasil lukisan. Berimprovisasi dengan Teknik Tebasan dan Coretan Berlukis dengan jari harus dilakukan secara ekspresif dan spontan, tidak perlu overthinking. Kamu bisa memadukan teknik tebasan untuk menggambar bentuk-bentuk yang lebih kasar, dan teknik coretan untuk menciptakan kesan goresan atau tekstur yang lebih artistik. Teknik ini bisa menghasilkan kreasi lukisan yang abstrak dan modern. Kesimpulan Berlukis dengan jari merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan kreatif. Selain sebagai sarana ekspresi diri, kegiatan ini juga bisa membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik, konsentrasi, dan koordinasi antara mata, tangan, dan pikiran. Selamat mencoba! Mulailah dengan Menyiapkan Bahan-bahan dan Tempat Sebelum mulai melukis dengan jari, pastikan kamu sudah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Sebaiknya gunakan cat air watercolor atau cat akrilik yang memiliki konsistensi yang lebih baik. Selain itu, siapkan juga kanvas atau kertas gambar yang akan kamu gunakan sebagai media melukis. Pastikan tempat yang kamu pilih memiliki pencahayaan yang cukup, sehingga kamu dapat melukis dengan nyaman. Usahakan memilih tempat yang bisa dijangkau oleh anak-anak, sehingga mereka juga dapat ikut serta dan belajar melukis dengan jari. Jangan Takut untuk Mengeluarkan Kreativitas Jangan takut untuk mengeluarkan kreativitasmu saat melukis dengan jari. Karena kamu tidak terikat pada suatu pola atau bentuk yang sudah ada, maka kamu dapat melukis sesuai dengan imajinasimu. Coba untuk mencampurkan warna yang berbeda dan berikan beberapa detail serta efek pada lukisanmu. Hal ini akan membuat lukisanmu semakin hidup dan memiliki karakter yang lebih unik. Membersihkan Jari Setiap Ganti Warna Jangan lupa untuk membersihkan jari setiap kali akan menggunakan warna yang berbeda. Hal ini akan mencegah campuran warna yang tidak diinginkan pada lukisanmu. Kamu bisa menggunakan tisu atau air untuk membersihkan jari. Selain itu, pastikan tanganmu sudah benar-benar kering sebelum melanjutkan melukis, agar warna tidak pudar atau berantakan. Eksplorasi Berbagai Teknik dan Objek Untuk membuat lukisanmu semakin menarik, coba untuk eksplorasi berbagai teknik dan objek yang dapat kamu buat dengan menggunakan jari. Kamu bisa mencoba teknik finger painting atau menciptakan bentuk-bentuk abstrak dengan menggunakan ujung jari. Selain itu, kamu juga bisa melukis berbagai objek seperti bunga, hewan, atau tokoh kartun yang kamu sukai. Hal ini akan membuatmu semakin terlatih dalam mengendalikan jari dan menghasilkan lukisan yang lebih variatif. Tetap Bersenang-senang dan Berani Mencoba Hal Baru Yang paling penting saat melukis dengan jari adalah tetap bersenang-senang dan berani mencoba hal baru. Jangan takut untuk membuat kesalahan, karena itu adalah bagian dari proses belajarmu. Coba bermain dengan warna, eksplorasi teknik-teknik yang belum pernah kamu coba sebelumnya, dan ciptakan karya yang unik dan berbeda setiap kali melukis. Selamat mencoba! Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Melukis dengan jari dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik anak. Pada saat melukis, anak akan menggunakan tangannya untuk memegang bahan gambar dan mewarnainya. Hal ini dapat membantu otot-otot kecil di tangan dan jari menjadi lebih peka, serta meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Dengan melukis dengan jari, anak juga dapat merasakan tekstur cat dan gambar di bawah tangannya, memberikan sensasi yang berbeda dari menggunakan kuas atau benda lainnya untuk melukis. Selain itu, dengan menggambar menggunakan jari, anak juga akan belajar untuk mengontrol gerakan tangannya. Ini merupakan latihan yang bagus untuk membantu perkembangan otot tangan dan jari-jari, yang akan sangat berguna bagi anak di masa depan, ketika mereka mulai belajar menulis dan menggambar dengan pensil atau pulpen. Jadi, jika Anda ingin meningkatkan kemampuan motorik anak, lakukan kegiatan melukis dengan jari secara teratur. Ini tidak hanya akan membantu meningkatkan kepekaan motorik anak, tetapi juga membantu meningkatkan kreativitas dan membantu anak untuk menjaga fokus dan konsentrasi.