Analisis Data Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dimana analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis pendapatan dan pengeluaran (biaya produksi) usahatani bawang daun sehingga dapat dihitung ratio penerimaan dan pendapatan (R/G) untuk menentukan Tabel 1. Analisa Usaha Tani Bawang Skala 270 m2 (0,027 Ha) Masalah Pada Masalah Oraganisasi Kelompok Tani Ngudi Rejeki Sumber : Olah Data Primer 2017 Masalah utama pada budidaya tanaman bawang merah yaitu seperti yang tertera pada pohon masalah di atas Pemasaran masih menjadi kendala dalam usaha budidaya bawang merah karena harga bawang merah akan terus naik turun pada musim panen raya, dan terkadang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran tataniaga bawang merah, (2) Besarnya marjin tataniaga pada masing-masing lembaga tataniaga bawang merah di bawang merah, (3) Saluran tataniaga mana yang lebih menguntungkan untuk para petani bawang merah, dan (4) Besarnya bagian harga yang diterima petani bawang merah (farmer’s share) pada berbagai saluran tataniaga bawang merah di Hasil analisis pada Tabel 1 d iketah ui bahwa Perbenihan Dan Budidaya Ba wan g p>Brebes merupakan sentra bawang merah di Jawa Tengah dengan jenis tanah Alluvial yang mempunyai kadar bahan Agribisnis bawang merah. 1. AGRIBISNIS BAWANG MERAH. 2. Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis. Diatas adalah analisa usaha budidaya bawang merah secara semi organik, (lebih…) Modul Budidaya Bawang Merah (Allium cepa) Bawang merah menjadi komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hasil Produksi bawang Merah Hasil Produksi (Kg) 0 – 100 100 - 200 200 – 300 300 – 400 400 – 500 500 – 600 600 – 700 700 – 800 Dos Roha 6 5 2 3 2 1 1 Simanindo 1 2 4 4 6 2 1 Total 11 28 20 14 18 6 1 2 Tabel 14. Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Prospek agribisnis bawang merah di Indonesia juga cukup baik, hal ini ditunjukkan oleh tingginya permintaan akan komoditas ini. Menurut Kementan (2019), konsumsi bawang merah rata-rata mencapai 2,76 kg/kapita/tahun. Nurul Nadhilah. (2019). Analisis Risiko Produksi , Harga dan Pendapatan pada Usaha Pembenihan Bawang Merah (Allium Cepa Var. Ascalonicum) (Kasus: Kecamatan Medan Marelan Kota Medan). 1–85. Pasaribu, S. M. (2017). Risiko Produksi Pangan: Tantangan dan Peluang. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bawang merah memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, dalam 100 gr bawang terdapat 9,34 g karbohidrat,4,24 g gula, 0,1 g lemak; 1,1 g protein; 89,11 g air; dan7,4 mg vitamin C. (Irwan, 2007) Berdasarkan data dari BPS, diperoleh pengetahuan bahwasanya produksi dari tanaman ini di daerah Sumatera Selatan terus mengalami sejak tahun 2016 sampai l4GYfO.